Indosat Indosat Indosat

Gubernur Sumsel Berikan Bantuan senilai 35 Miliar Kepada Pemkot Pagar Alam

Indosat

Gubernur Sumsel Berikan Bantuan senilai 35 Miliar Kepada Pemkot Pagar Alam

Kota Pagar Alam Menerima Bantuan Gubernur Senilai Rp 35 Miliar, Dorong Pengembangan Energi Terbarukan dan Peningkatan Infrastruktur

Indosat

Cerita Pagar AlamMomentum peringatan Hari Jadi Kota Pagar Alam yang ke-24 pada Senin (23/6/2025) menjadi ajang istimewa. Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, secara resmi menyerahkan Bantuan Gubernur (Bangub) senilai Rp 35 miliar kepada Pemerintah Kota Pagar Alam. Penyerahan dilakukan dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kota Pagar Alam yang dihadiri jajaran pejabat daerah, tokoh masyarakat, hingga perwakilan lembaga swasta dan organisasi kemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Gubernur H. Herman Deru menekankan bahwa pemberian bantuan ini tidak hanya sebagai simbol dukungan pemerintah provinsi, tetapi juga sebagai langkah konkret untuk mendorong pembangunan berkelanjutan di Kota Pagar Alam. “Kota Pagar Alam memiliki potensi besar, terutama terkait pelestarian alam dan pengembangan energi terbarukan. Bantuan ini akan kita fokuskan pada pembangunan infrastruktur, pengembangan sektor energi hijau, serta peningkatan kualitas layanan publik bagi masyarakat,” ujar Herman Deru dengan nada tegas di depan forum paripurna.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa Pagar Alam merupakan satu-satunya wilayah di Indonesia yang menggunakan energi listrik sepenuhnya berasal dari sumber terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga air dan sumber energi ramah lingkungan lainnya. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian alam, sekaligus menjadi model pengembangan energi berkelanjutan yang dapat ditiru oleh daerah lain di Indonesia. “Keberhasilan ini harus menjadi inspirasi bagi seluruh kabupaten/kota lain, bahwa pelestarian alam dan pengembangan energi terbarukan dapat berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi dan sosial,” ujar Herman Deru.

Bantuan gubernur senilai Rp 35 miliar tersebut direncanakan akan dialokasikan untuk berbagai program strategis, termasuk:

  1. Peningkatan Infrastruktur Kota: Meliputi perbaikan dan pembangunan jalan penghubung antar desa, perbaikan sarana publik, serta penataan kawasan strategis untuk mendukung mobilitas warga dan aktivitas ekonomi.

  2. Pengembangan Energi Terbarukan: Mendukung program ‘Green Energy’ Pagar Alam, meliputi pemeliharaan pembangkit listrik tenaga air, optimalisasi panel surya, serta inovasi energi bersih berbasis masyarakat.

  3. Pelestarian Lingkungan: Dana juga diarahkan untuk kegiatan konservasi hutan, revitalisasi area taman kota, serta pengelolaan kawasan hijau sebagai upaya mitigasi bencana dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

  4. Pemberdayaan Masyarakat dan UMKM: Sebagian dana digunakan untuk program pelatihan kewirausahaan, dukungan modal bagi pelaku usaha mikro dan kecil, serta sosialisasi praktik ramah lingkungan dalam produksi dan konsumsi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pagar Alam, Andrianto, menekankan pentingnya koordinasi yang ketat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pihak swasta dalam memanfaatkan bantuan gubernur ini secara maksimal. “Tidak cukup hanya menerima dana, tetapi kita harus memastikan setiap rupiah digunakan secara efektif untuk pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” jelasnya.

Selain aspek pembangunan fisik dan energi, bantuan gubernur ini juga menjadi momentum bagi Pagar Alam untuk memperkuat identitas kota hijau dan ramah lingkungan. Kota ini selama ini dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki hutan lindung luas, udara sejuk, dan potensi pariwisata alam yang besar, termasuk wisata alam Gunung Dempo, Danau Dendam Tak Sudah, dan berbagai ekowisata berbasis masyarakat. Dengan dukungan finansial yang memadai, pemerintah berharap sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan energi terbarukan dapat saling bersinergi, memberikan manfaat sosial-ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Tokoh masyarakat Pagar Alam, H. Zulkarnaen, menambahkan bahwa bantuan gubernur ini harus menjadi pendorong kolaborasi antara pemerintah, komunitas lokal, dan generasi muda. “Ini adalah peluang besar bagi kita semua. Kita bisa mengembangkan potensi alam, memberdayakan masyarakat, sekaligus menciptakan kota yang modern, hijau, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Indosat