Cerita Pagaralam – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi dan Debarkasi Palembang menyampaikan laporan terbaru terkait hilangnya seorang calon haji asal Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, bernama Nurimah, yang tergabung dalam Kloter 19 Embarkasi Palembang. Kasus ini menarik perhatian publik karena hingga kini jemaah berusia lanjut tersebut belum ditemukan sejak dilaporkan hilang di Tanah Suci.
Humas PPIH Debarkasi Palembang, Abdul Qudus, pada Selasa di Palembang menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat tiga orang calon haji asal Indonesia yang dinyatakan hilang. Mereka adalah Nurimah dari Kloter 19 Embarkasi Palembang, Sukardi dari Kloter 79 Embarkasi Surabaya, dan Hasbullah dari Kloter 07 Embarkasi Banjarmasin. Ketiganya diketahui hilang di lokasi berbeda di wilayah Arab Saudi, sehingga pencarian memerlukan koordinasi intensif lintas tim dan wilayah.
Menurut Abdul Qudus, Nurimah yang kini berusia 80 tahun berangkat tanpa pendamping keluarga. Ia terakhir terlihat pada 28 Mei 2025, saat rombongan masih berada dalam masa pelaksanaan ibadah di Makkah. Sejak laporan hilang diterima, Tim Perlindungan Jamaah PPIH Arab Saudi bersama otoritas keamanan setempat meningkatkan upaya pencarian mulai dari area sekitar hotel, rute-rute menuju Masjidil Haram, fasilitas transportasi umum, hingga pusat layanan kesehatan.
“Pencarian masih berlangsung secara intens. Tim di lapangan juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk otoritas keamanan Arab Saudi dan petugas sektor, untuk menelusuri setiap kemungkinan lokasi di mana jemaah lansia tersebut bisa berada,” ujar Abdul Qudus.
Ia menegaskan bahwa proses pencarian lansia rentan seperti Nurimah membutuhkan strategi khusus, termasuk pendekatan humanis dalam berinteraksi dengan warga lokal maupun jemaah lain yang mungkin pernah melihat atau berinteraksi dengan korban sebelum dinyatakan hilang.
Debarkasi Palembang Terus Menerima Kedatangan Jemaah
Di tengah upaya pencarian, Debarkasi Palembang terus melaksanakan agenda pemulangan jemaah. Pada hari yang sama, Debarkasi Palembang menerima kedatangan 368 jemaah haji Kloter 10 yang seluruhnya merupakan warga Kota Palembang. Para jemaah tiba dalam kondisi kesehatan yang relatif stabil dan langsung mengikuti proses pemeriksaan kesehatan, imigrasi, serta penyerahan koper embarkasi.
Dengan kedatangan tersebut, total jemaah haji Debarkasi Palembang yang sudah kembali ke Tanah Air mencapai 3.679 orang. Gelombang pemulangan ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga seluruh jemaah dari Embarkasi Palembang tiba kembali di Tanah Air.
Imbauan Kemenag Sumsel: Jaga Kesehatan dan Batasi Aktivitas
Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Selatan kembali mengingatkan jemaah haji Indonesia—baik yang masih berada di Makkah maupun Madinah—agar tidak mengabaikan aspek kesehatan di tengah kondisi cuaca ekstrem di Arab Saudi.
Kemenag menekankan bahwa jemaah harus menjaga nutrisi, makan secara teratur, mencukupi cairan tubuh, beristirahat cukup, dan membatasi aktivitas di luar pemondokan, terutama bagi jemaah lanjut usia atau yang memiliki penyakit bawaan. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko tersesat, dehidrasi, maupun kelelahan ekstrem yang dapat mengganggu pelaksanaan ibadah dan keselamatan jemaah.
Pihak PPIH juga terus memonitor jemaah yang rentan dan menyediakan layanan pendampingan khusus untuk mencegah kejadian serupa terulang pada jemaah lain.
Pencarian Masih Berlanjut
Kasus hilangnya Nurimah bersama dua jemaah lainnya kini menjadi perhatian serius PPIH Arab Saudi. Tim perlindungan jemaah melakukan penyisiran di berbagai titik vital, termasuk Masjidil Haram, Masjid Nabawi, terminal bus, rumah sakit, pusat layanan haji, dan pemondokan. Mereka juga mengimbau jemaah Indonesia lainnya agar segera melapor apabila melihat seseorang yang ciri-cirinya mirip dengan para jemaah yang hilang.
Upaya pencarian dipastikan akan dilakukan hingga seluruh jemaah benar-benar terlacak keberadaannya, mengingat keselamatan jemaah merupakan prioritas utama penyelenggaraan ibadah haji.






